Monday, 12 December 2016

Mendidik Anak dengan Dukungan Penuh

Judul Buku   : Celoteh Keni
Penulis         : Kenia DS (8 tahun)
Penerbit       : BIP
Tahun Terbit : Desember 2016
Tebal buku   : 172 halaman



Buku Celoteh Keni merupakan kumpulan gambar, cerita, hasta karya, komik, ensiklokeni, resep memasak mudah, rangkuman pelajaran dan segala macam dunia asik penulis cilik yang sekarang berusia 8 tahun, Kenia Dyanti Sukmarini. Lembar demi lembar buku ini terasa banget dunia ceria anak-anak yang mengalir dan pokoknya serba warna-warni.


Harga buku ini kalau pesan di penulisnya seharga 105 ribu dengan bonus pembatas buku karya Keni, kertas gambar, dan pensil kaca untuk corat-coret suka-suka. Dua ponakanku suka banget menggunakan pensil kacanya. Hepi banget mereka menggambar…gambar…gambar… diselingi sedikit rebutan…lalu… (krek) habis dalam sehari. Lumayan mereka jadi punya pengalaman menggambar selain pakai krayon. J

Membaca buku ini membuatku lebih memahami anak-anak. Terutama cara belajar anak yang lebih efektif dengan cara bermain dan menuangkannya kembali dalam media yang mereka suka; menggambar. Kuperhatikan sendiri dari keponakan-keponakanku. Menggambar dan mewarna adalah aktifitas yang mereka sukai setelah bermain sambil sahut-sahutan cerita nggak jelas untuk mengungkapkan isi hati mereka. Baru kemudian membaca, menulis dan menghafal pelajaran sekolah tanpa protes bila diijinkan melakukan aktivitas yang mereka suka; salah satunya mencorat-coret buku.  

Kasihan juga melihat bocah-bocah pulang sekolah, capek, ada beberapa lembar PR yang antri dikerjakan. Saat ujian harus mantengin buku, hafalan, latihan soal-soal sampai ngelotok. Memang program sekolah sudah dibuat sedemikian rupa untuk kepentingan anak-anak juga di masa depan mereka. Sebagai yang dewasa, saya lebih memahami mereka sekarang (daripada sebelumnya menerapkan sistem paksa “Hayo belajar biar cepat pintar!”). Sekarang saatnya menerapkan sistem “Ayo bermain!” sambil mengulang pelajaran sekolah setiap hari dengan cara yang mereka sukai, bermain.

Nah, dari buku ini yang bisa saya pelajari lagi adalah sifat anak-anak yang suka mengamati dan memahami sesuatu dengan cara yang membuat orang dewasa kaget. Misalkan saja cara berpikir Kenia saat protes sama ibunya seperti ini, “Kalau barangku hilang kok ibu nyuruh kami cari sendiri? kok Ibu tidak bantu cari? Kalau barang Ibu hilang kok aku disuruh bantu cari?” (Coretan Keni, Surat Untuk Ibu, halaman 24) .

Nah, protes anak-anak seperti ini memang terasa polos namun berasal dari hasil pengamatan dan pemikiran spontan mereka sendiri. Sebagai orang dewasa jadi paham pemikiran kritis seorang anak dan mengajaknya berdiskusi bersama. Bila protes semacam itu tidak bisa diungkapkan sejak kecil, bisa jadi bumerang buat si anak sendiri. Tanpa jawaban pasti tentu selamanya anak akan berpikir bahwa sikap tidak adil orang dewasa itu sah dan tidak boleh ditawar. Nah, bahaya juga kan. Oleh sebab itu membiasakan anak mengungkapkan pendapat dan protesnya baik lisan maupun tertulis, akan membantu anak tumbuh kembang sesuai norma yang berlaku dalam keluarga.


Dari segi anak-anak, buku ini cukup interaktif dan mendorong anak-anak bereksplorasi dan berkreasi. Dua keponakanku yang kelas 2 sambil baca selembar demi selembar diselingi cerita-cerita mereka sendiri tentang teman-temannya di sekolah sampai percobaan sains dan ekskul lain yang mereka ikuti. Bahan cerita mereka yang beda sekolah makin nambah dan tidak habis-habis diocehkan. Habis baca buku Celoteh Keni, mereka langsung cusss….minta kertas dan menggambar komik ala-ala mereka sendiri. Dinosaurus sampai mobil balap pun jadi penghias lantai. (*)

Baca juga Resensi Buku ini:
Resensi Novak Anak Rembulan : Sejarah Dalam Kisah Fantasi
Resensi Novak Tanaman Monster
Resensi Novak Rahasia Lukisan
Resensi Novak Peti Misterius
Resensi Kumcernak Me and Lionel Messi
Resensi KKJD Misteri Bunga Matahari

Baca juga cerpen dan dongeng ini:
Dongeng Bobo: Popo yang Gemar Makan 
Cerpen Bobo: Tas Batik Wuri
Dongeng Bobo: Legenda Smong
Cermis Bobo: Rumah Misterius
Cermis Bobo: Teman Perjalanan Misterius
Cerpen Bobo: Kejutan yang Tak Terduga

2 comments:

Harie Khairiah said...

Pensil kaca jadi mupeng ingin beli juga

fifadila dila said...

Iya, imut pensilnya ^_^